Dinamika Perkembangan Remaja "PERSAHABATAN"


Dinamika Perkembangan Remaja :

“Persahabatan”

Bagi sebagian besar anak-anak, menjadi popular bersama kawan-kawan sebayanya merupakan motivator yang kuat. Di awal masa remaja, remaja biasanya memilih untuk memilii beberapa sahabat yang lebih intens dan akrab dibandingkan anak-anak kecil.

 Harry Stack Sullivan, seorang ahli teori yang sangat berpengaruh mengatakan bahwa betapa pentingnya peranan persahabatan remaja. Sullivan mengatakan bahwa seorang sahabat sangat penting perannya di dalam pemenuhan kebutuhan social. Karena pada masa remaja awal kebutuhan intimasi meningkat sehingga memotivsi remaja untuk mencari seorag sahabat. Jika remaja gagal menempa persahabatan yang akrab, mereka akan mengalami kesepian dan penghayatan akan martabat dirinya (self worth) juga akan menurun.  Remaja akan lebih terbuka tentag hal-hal yang bersifat intim dan informasi pribadi kepada kawan-kawannya.. remaja juga banyak tergantung pada kawan-kawan daripada orang tua untuk memenuhi kebutuhan mereka akan kebersamaan, ketentraman hati, dan intimasi. Keberadaan naik turun dengan kawan-kawan inilah yang membentuk keberadaan remaja.

Karakteristik teman berpengaruh penting terhadap perkembangan remaja. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa indeks prestasi teman-teman merupakan sebuah alat prediksi yang penting dari pencapaian positif di sekolah dan juga terkait dengan rendahnya perilaku negatif di area-area sepertipenyalahgunaan narkoba dan acting out. Ada beberapa strategi yang bisa digunakan remaja dalam mengembangkan persahabatan :

Strategi efektif dalam berteman :

  1. Memulai interaksi. Pelajari seseorang : Tanyakan nama, usia, dan kegiatan favoritnya. Gunakan pengantar sosial ini. Perkenalkan diri Anda, mulailah pembicaraan, dan ajak orang itu untuk melakukan sesuatu.
  2. Ramah. Tunjukkan kebaikan hati, perhatian, dan memuji orang lain.
  3. Melakukan perilaku prososial. Jujur dan dapat dipercaya : Katakan sejujurnya, tepati janji. Murah hati, berbagi, dan mau bekerja sama.
  4. Tunjukkan rasa hormat pada diri sendiri dan orang lain. Tunjukkan perilaku yang baik, sopan santun, dan mendengar apa yang dibicarakan orang lain. Berperilaku dan kepribadian yang positif.
  5. Berikan dukungan sosial. Tunjukkan Anda peduli

 

Strategi tidak efektf dalam berteman :

  1. Agresif secara psikologis. Menunjukkan rasa tidak hormat dan berperlaku buruk. Memanfaatkan orang lain, tidak mau bekerja sama, tidak berbagi, tidak peduli, bergosip dan menyebarkan isu.
  2. Tidak membawa diri dengan baik. Egois, tinggi hati, sombong, dan iri hati ; pamer; hanya mementingkan diri sendiri. Kejam, berperilaku buruk, mudah marah, mengamuk dan merepotkan.
  3. Antisosial. Agresif secara fisik, suka memaki, menunjuk, mempermainkan orang, tidak jujur, menyebarluaskan rahasia, dan tidak menepati janji.

(Wentzel dalam Santrock, 2012)