WASPADA KANKER SERVIKS


WASPADA KANKER SERVIKS

 

Kesehatan adalah suatu hal yang harus diupayakan dan dijaga sehingga dapat tercapai kulitas hidup yang baik. Di dalam keluarga, wanita menempati peran utama. Kesehatan pun juga berperan penting  dalam kehidupan seseorang. Jika  sakit melanda maka akan banyak hal dalam hidup yang terlewatkan. Kebahagian diri dan keluarga juga akan terimbas. Gangguan kesehatan sangat rentan mengintai wanita setiap saat, khususnya kasus penyakit yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Tumor dan kanker menjadi salah satu “pembunuh” terbesar bagi perempuan.  Banyaknya kasus tumor dan kanker dewasa ini sangat menyita perhatian publik dan dunia kesehatan. 

 

Apa itu kanker

Kanker pastinya selalu menjadi kata yang menakutkan bagi kita semua. Bahkan mungkin Anda akan mengganti topik lain dari pembicaraan Anda itu. Namun suka atau tidak suka penyakit ini semakin merajalela. Bahkan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Sebab, penyakit ini tergolong sebagai salah satu penyakit dengan angka kematian yang sangat tinggi. Hal ini dapat dikarenakan bergesernya gaya hidup manusia, termasuk di dalamnya pola makan, pola hubungan seksual, serta maraknya bahan tambahan makanan, minuman maupun kosmetika yang ikut memicu kanker. Berbeda dengan laki-laki, wanita cenderung lebih rentan untuk terserang beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara, rahim, leher rahim, atau kanker indung telur. Kanker adalah pertumbuhan abnormal dari suatu sel atau jaringan di mana sel atau jaringan tersebut tumbuh dan berkembang tidak terkendali. Kecepatan tumbuhnya berlebihan, dan sering di sertai perubahan perangai sel yang akhirnya mengganggu organ lain. Kanker secara umum merupakan bentuk pertumbuhan sel-sel dalam tubuh. Khususnya dimulai di bagian organ tertentu yang rentan dan yang tidak normal. Ketidaknormalan kanker tercermin dari adanya kemampuan tumbuh sel yang tidak terbatas.

Kanker serviks masih banyak ditemukan di Negara yang sedang berkembang, seperti Indonesia. Berbeda dengan di Negara maju, cakupan skrining di Indonesia baru sekitar 5 %. Padahal di Negara maju program skrining sudah dilaksanakan sejak beberapa decade. Dengan skrining tersebut, angka kejadian dan mortalitas diharapkan berkurang.

Kanker Serviks

Apakah kanker serviks itu? Kanker serviks adalah kanker yang berasal dan tumbuh pada serviks, khususnya berasal dari epitel atau lapisan luar permukaan serviks dan 99,7 % disebabkan oleh infeksi virus HPV. Di Indonesia, penderita kanker serviks sangat banyak sekali. WHO menyatakan bahwa, setiap tahun, ribuan wanita meninggal akibat terserang kanker serviks. Kanker serviks menyerang bagian organ reproduksi wanita. Tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim, yaitu bagian yang sangat sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim.

Kanker serviks ini dapat muncul pada perempuan usia 35 sampai 55 tahun. Data angka di dapat dari Yayasan Kanker Indonesia (tahun 2007) menyebutkan setiap tahunnya sekitar 500.000 perempuan didiagnosa menderita kanker serviks dan lebih dari 250.000 meninggal dunia. Total 2,2 juta perempuan di dunia menderita kanker serviks. Sungguh betapa menakutkannya kanker ini.

Beberapa data lain menyebutkan kanker serviks ternyata dapat tumbuh pada wanita yang usianya lebih muda dari 35 tahun. Di Indonsia sekarang di perkirakan dalam setiap harinya terjadi 41 kasus baru kanker serviks. Parahnya sekitar 20 orang setiap harinya meninggal dunia karena kanker tersebut.

Menurut penelitian di Australia dilaporkan setidaknya ada 85 penderita kanker serviks dan 40 pasiennya meninggal dunia. Salah satu sumber penularan utama (75%) adalah hubungan seksual. Sebab kanker ini ditularkan melalui HPV atau Human Pappiloma Virus. HPV ini menyerang mulai adanya kematangan seksual, mulai anak umur 9 tahun hingga lansia umur 70 tahun. Dengan begitu maka begitu ada kontak seksual, sangat mungkin selama hidup seorang wanita masih berada dalam ancaman HPV.

Penyebab Kanker Serviks

Ada beberapa faktor resiko yang diduga merupakan penyebab terjadinya kanker serviks, yaitu :

  1. Human Papiloma Virus ( HPV) dan Herpes Simpleks Virus tipe 2

Pada kasus HPV, sistem imun tubuh biasanya mencegah virus berkembang di dalam tubuh. Akan tetapi, pada kanker serviks, HPV bertahan hidup di dalam tubuh selama bertahun-tahun dan mengubah beberapa sel pada permukaan leher rahim menjadi sel kanker.

  1. Merokok

Rokok yang terbuat dari tembakau bisa menyebabkan terjadinya kanker serviks. Tembakau mengandung nitrosamine dan derivate nikotin bersifat karsinogen karena mudah di absorpsi ke dalam darah sehingga bisa merusak sistem kekebalan dan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi HPV pada serviks.

  1. Hubungan seksual pertama yang dilakukan pada usia di bawah umur (kurang dari 16 tahun)
  2. Berganti-ganti pasangan
  3. Penggunaan DES (dietilstilbestrol pada wanita hamil untuk mencegah keguguran) yang banyak digunakan pada tahun 1940-1970.
  4. Gangguan sistem kekebalan.
  5. Pemakaian pil KB yang sudah lama
  6. Infeksi herpes genetalia atau infeksi klamidia menahun.
  7. Kekurangan vitamin C, E, dan suplai asam folat.
  8. Faktor alamiah wanita yang berusia di atas 40 tahun. Semakin tua usia seseorang semakin rentan pula untuk terkena kanker serviks.
  9. Faktor kebersihan  

Kebersihan merupakan hal yang tidak boleh kita sepelekan, terutama bagi wanita. Masalah kebersihan di sini sangat terkait erat dengan kebersihan mulut rahim itu sendiri. Salah satu akibat yang timbul akibat kurang terjaganya kebersihan mulut rahim adalah munculnya keputihan. Jika di biarkan keputihan bisa berakibat fatal dan menjadi penyebab terjadinya kanker serviks.

  1. Penyakit menular seksual (PMS)

Penyakit ini merupakan penyakit yang ditularkan akibat hubungan seks bebas.

  1. Memiliki terlalu banyak anak (lebih dari 5)

Pada saat melahirkan secara alami, janin akan melewati serviks dan menimbulkan trauma pada serviks, yang ikut memicu aktifnya sel kanker.

 

Gejala kanker serviks

Gejala klinis jika menjadi kanker serviks dapat dibedakan dalam beberapa tahapanstadium aknker serviks, yaitu sebagai berikut :

  1. Gejala awal
  1. Perdarahan per vagina/lewat vagina, berupa perdarahan pascasanggama atau perdarahan spontan di luar masa haid. Perdarahan ini terjadi bukan karena kanker serviks, melainkan karena iritasi atau mikro lesi atau luka-luka kecil di vagina saat bersenggama
  2. Keputihan yang berulang, tidak sembuh-sembuh walaupun telah diobati. Keputihan biasanya berbau, gatal, dan panas karena sudah ditumpangi infeksi sekunder. Artinya cairan yang keluar dari lesi prakanker atau kanker tersebut ditambah infeksi oleh kuman, bakteri, ataupun jamur.
  1. Gejala lanjut : cairan keluar dari liang vagina berbau tidak sedap, nyeri (panggul, pinggang, dan tungkai), gangguan berkemih, nyeri di kandung kemih dan rectum/anus. Keluhan ini muncul karena pertumbuhankanker tersebut menekan/mendesak ataupun menginvasi organ tubuhnya,
  2. Kanker telah menyebar/metastasis : timbul gejala sesuai dengan organ yang terkena, misalnya penyebaran di paru-paru, liver, atau tulang.

Pencegahan kanker serviks

Kanker serviks sangat menggangu penderitanya baik secara fisik maupun pskikis, sehingga menurunnya tingkat rasa percaya diri terhadap diri sendiri dan orang lain, khususnya dalam kehidupan sosial dan rumah tangga. Deteksi dini sangat dianjurkan bagi semua wanita yang sudah menikah dan aktif dalam hal secara seksual. Beberapa cara untuk mendeteksi kanker serviks :

  1. Pap Smear

Pap Smear adalah tes untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker serviks dengan pemeriksaan sitologis leher rahim. Metode Pap Smear ini dilakukan dengan menggunakan pengerik atau sikat untuk sedikit mengambil sampel sel-sel leher rahim yang kemudian akan dianalisis di laboratorium.

  1. IVA

IVA adalah singkatan dari InspeksiVisual dengan asat asetat. Metode pemeriksaan ini dilakukak dengan cara mengoles leher rahim dengan asam asetat 3%-5%. Setelah itu, dokter akan mengamati apakah ada kelainan, misalnya munculnya area berwarna putih.

  1. Metode Thin Prep adalah metode yang berbasis cairan. Metode ini lebih akurat dibandingkan dengan metode Pap Smear. Metode Thin Prep memeriksa secara keseluruhan bagian leher rahim. Sedangkan Pap Smear hanya mengambil sebagian sel-sel leher rahim.
  2. Kolkoskopi

Apabila hasil tes pada metode sebelumnya menunjukkan adanya kejanggalan maka prosedur kolkoskopi akan dilakukan dengan menggunkan alat yang dilengkapi lensa pembesar untuk mengamati bagian yang terinfeksi. Tujuan dari kolkoskopi adalah untuk menentukan apakah ada lesi atau jaringan yang tidak normal pada leher rahim. Apabila ada yang tidak normal, biopsy pengambilan sejumlah jaringan kecil dari tubuh akan dilakukan dan pengobatan segera dimulai.

  1. Tes Schiller

Tes ini dilakukan dengan cara mengolesi leher rahim dengan larutan odium. Sel yang sehat akan berubah warna menjadi cokelat. Sedangkan sel yang tidak normal warnanya menjadi putih atau kuning.

  1. Biopsi

Apabila sel-sel yang tidak normal ditemukan pada Pap Smear, biopsi akan dilakukan. Sampel jaringan bisa dipotong dari leher rahim dan dilihat di bawah mikroskop.

  1. Pemeriksaan panggul

Pemeriksaan panggul dilakukan dengan tes dari vagina, leher rahim, rahim, saluran telur, indung telur, dan rectum.

Pengobatan kanker serviks

Beberapa metode penyembuhan yang bisa dilakukan untuk mengurangi ukuran kanker yang bisa meringankan gejala seperti rasa sakit, yaitu :

  1. Operasi

Pembedahan atau operasi merupakan suatu aspek penting dalam satu kesatuan pengobatan pasien dengan penyakit kanker, demikian juga pada pasien kanker serviks. Operasi utuk mengangkat leher rahim dan rahim (histerektomi) adalah pengobatan umum. Apabila masih tahap awal (dini), operasi bisa dilakukan untuk mengangkat sebagian dari leher rahim yang terkena kanker tanpa harus mengangkat seluruh leher rahim. Dengan begitu, anda masih bisa memiliki anak.

  1. Radioterapi

Radioterapi atau sering disebut sinar atau bestral adalah pengobatan pasien kanker dengan menggunakan sinar pengion/radioaktif. Sebuah sel dapat dibunuh, dihentikan pertumbuhan serta pembelahannya dengan menggunakan radiasi dari sinar X atau partikel-partikel atom. Radioterapi bekerja berdasar pada prinsip tersebut, dimana sel-sel kanker tumbuh lebih cepat disbanding sel-sel normal dalam tubuh, dan sel-sel yang membelah lebih cepat akan lebih peka terhadap radiasi. Terapi radiasi mempunyai peran penting dalam tata laksana keganasan di bidang ginekologi-onkologi/kanker kandungan.

Pada kanker serviks, radioterapi berperan sebagai modalitas terapi kurati/pengobatan yang bisa sampai pada taraf kesembuhan, demikian juga pada kanker endometrium/rahim.

  1. Kemoterapi

Kemoterapi adalah penggunaan zat kimia untuk pengobatan suatu penyakit. Dalam penggunaan modernnya, istilah ini hampir merujuk secara eksklusif kepada obatsitostatik/obat untuk menghentikan pertumbuhan/mematikan sel yang digunakan untuk merawat kanker. Kemoterapi bisa dilakukan di samping radioterapi atau operasi dalam situasi tertentu.

 

Sumber :

 

Aminati, Dini. 2013. Cara Bijak Menghadapi dan Mencegah Kanker Leher Rahim (Serviks). Yogyakarta : Brilliant Books

Handayani, Lestari dkk. 2012. Menaklukkan Kanker serviks dan Kanker Payudara dengan 3 Terapi Alami. Jakarta : PT. AgroMedia Pustaka.

Samadi, Heru Priyanto. 2011. Yes I Know Everything about Kanker Serviks. Solo : PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Subagja, Hamid Prasetya. 2014. Waspada Kanker-kanker Ganas Pembunuh Wanita. Yogyakarta : FlashBooks

 

Health Corner

Pencegahan Dini Kanker Serviks dengan Vagina Toilet

Menurut Dr. Ananto Sidohutomo, MARS, penemu metode vagina toilet. Vagina toilet adalah istilah yang diberikan terhadap serangkaian kegiatan berupa standart operational procedure bagi upaya membersihkan organ intim pada wanita yang telah aktik secara seksual. Hal ini merupakan terobosan baru untuk perawatan kesehatan organ intim wanita.

Vagina toilet bisa kita lakukan sendiri tanpa terkendala apa pun. Kita bisa menentukan sendiri waktu dan tempatnya, termasuk frekuensinya. Vagina toilet adalah cara mencuci vagina secara mandiri atau dikerjakan sendiri. Vagina toilet diyakini sebagai salah satu andalan utama dalam membantu upaya pencegahan kanker serviks pada wanita dan selanjutnya diharapkan bisa menurunkan angka kesakitan dan kematian wanita akibat kanker serviks.inti dari kegiatan ini adalah dengan membersihkan vagina hingga ke liangnya serta serviks dan area di sekitarnya. Vagina yang bersih tentu akan meningkatkan kesehatan reproduksi sehingga akan mencegah risiko infeksi yang bisa menimbulkan kanker serviks.

 

Tips melakukan vagina toilet :

  • Lakukan kapan pun dan di mana pun
  • Utamakan melakukan vagina toilet setelah melakukan hubungan intim
  • Secara rutin, lakukan setelah 2-3 hari bersih dari menstruasi
  • Minimal lakukan rutin seminggu sekali apabila tidak sedang haid.
  • Apabila menemukan kelainan, segera hubungi dokter.
  • Menjalani pola hidup sehat. Mengonsumsi makanan sehat seperti sayuran, buah-buahan, sereal dengan kandungan karoten, vitamin A, C, E, dan asam folat untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Cara ini bisa mengurangi risiko terkena kanker serviks.
  • Hindari merokok
  • Menghindari seks bebas (sebelum menikah) dan seks pada usia dini.
  • Menghindari seks ketika sedang haid.

Manfaat Vagina Toilet :

  • Organ intim selalu bersih dari kotoran dan penyakit
  • Kepekaan organ intim akan meningkat
  • Menimbulkan suasana ph netral sejenak,
  • Bermanaat untuk membantu pengobatan bagi beberapa kasus penyakit.

Persipan diri sebelum melakukan vagina toilet :

  • Tidak sedang haid
  • Jari tangan bersih
  • Kuku di jemari tangan pendek dan tidak tanjam
  • Kamar mandi, handuk, dan air bersih (dianjurkan air kemasan)
  • Apabila sedang sakit, segera konsultasikan pada dokter.

Teknik pelaksanaan vagina toilet :

  1. Membersihkan tangan dengan sabun
  2. Posisi tubuh rileks/santai dengan pilihan posisi, yaitu :
  1. Duduk rileks di kloset duduk seperti ketika akan buang air besar.
  2. Berdiri rileks dengan satu kaki di tumpu di atas kloset duduk dan satu kaki di lantai kamar mandi.
  3. Sesuai yang diinginkan.
  1. Membersihkan dengan mengguyur area labium mayus dan labium minus, dengan air bersih mengalir ( apabila diperlukan boleh meggunakan sabun)
  2. Dengan jari telunjuk dan jari manis merenggangkan dan membuka labium mayus dan minus sampai ketemu liang vagina.
  3. Membersihkan dan menggyuyur liang vagina dengan air bersih mengalir ( tidak boleh menggunakan sabun)
  4. Meletakkan jari tengah dengan lembut di liang vagina
  5. Pada saat liang vagina rileks, jari tengah dengan sangat lembut dimasukkan ke dalam vagina sampi berhasil menentuh serviks.
  6. Lakukan pembersihan dengan  menelusuri seluruh serviks dan forniks, serta dinding vagina dengan gerakan melingkar dan mengusap lembut sambil mengarahkan jari tengah keluar vagina.
  7. Tanpa mengeluarkan seluruh jari tengah, bilas jari tengah yang kotor dan berlendir dengan air bersih mengalir (bisa dibantu dengan ibu jari.
  8. Apabila jari tengah telah bersih, masukkan lagi ke liang vagina sampai menyentuh serviks dan lakukan pembersihan seperti sebelumnya.
  9.  Pembersihan dilakukan sampai tidak lagi terdapat kotoran di seluruh bagian organ intim atau jari tengah telah merasakan kesat.
  10. Keluarkan jari tengah dengan lembut dari vagina. Bersihkan jari tengah, tangan, dan labium mayus menggunakan sabun dan air bersih. Keringkan dengan handuk bersih dengan cara menempelkan dan menekan (tidak diusap-usapkan).