SERANGAN JANTUNG SEJAK DINI


WASPADA

 SERANGAN JANTUNG SEJAK DINI

Penyebab utama terjadinya serangan jantung adalah penyakit jantung koroner. Penyakit ini terjadi  karena tersumbatnya pembuluh darah utama yang memasok darah ke jantung (pembuluh koroner). Pembuluh darah koroner adalah pembuluh darah yang memperdarahi jantung. Sumbatan dari pembuluh darah tersebut diakibatkan oleh adanya proses aterosklerosis atau penumpukan lemakplak di pembuluh darah sehingga diameter pembuluh darah makin kecil dan mengeraskaku. Timbunan kolesterol berupa plak yang menempel di dinding pembuluh darah yang retak akan mengakibatkan terjadinya penggumpalan darah. Akhirnya, penggumpalan darah ini akan menghambat pasokan darah dan oksigen ke jantung melalui pembuluh koroner. Kondisi inilah yang akhirnya menyebabkan terjadinya serangan jantung. Beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, yaitu : merokok, diabetes, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, kebiasaan mengkonsumsi makanan berlemak, berat badan berlebih atau obesitas.

Beberapa gejala yang mungkin muncul pada penderita serangan jantung antara lain : sesak nafas, sakit atau nyeri di bagian dada, merasa lemah dan pusing, sangat gelisah atau cemas. Serangan jantung tidak tergantung pada keparahan sakit dada. Sakit dada yang dirasakan juga belum tentu terjadi pada semua orang yang merasakan sakit jantung. Kadang-kadang rasa sakitnya ringan dan disalah artikan sebagai gangguan pencernaan biasa, seperti sakit lambung (maag). Sebaliknya, tidak semua sakit dada adalah akibat serangan jantung. Oleh karenanya, penting bagi kita untuk selalu waspada akan berbagai gejala tersebut. Segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

Penyakit jantung koroner termasuk salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Federasi  Jantung Dunia memperkirakan angka kematian akibat penyakit jantung koroner di Asia Tenggara mencapai 1,8 juta kasus pada tahun 2014. Di Indonesia sendiri pada tahun 2013 tercatat ada setidaknya 883,447 orang yang terdiagnosis penyakit jantung koroner di Indonesia dengan mayoritas penderita berusia 55-64 tahun. Angka kematian akibat penyakit jantung pun cukup tinggi, yakni sekitar 45 persen dari seluruh angka kematian di Indonesia.

Seseorang bisa kembali pulih dari serangan jantung tergantung pada tingkat kerusakan otot jantung yang terjadi. Ada yang membutuhkan waktu beberapa bulan dan ada pula yang hanya butuh waktu beberapa minggu. Proses pemulihan dilakukan untuk (1) mengurangi risiko terulangnya serangan jantung dengan jalan melakukan perubahan gaya hidup yang dilakukan sendiri, termasuk perubahan menu makanan dan konsumsi obat-obatan; (2) mengembalikan kebugaran fisik yang bertujuan agar bisa kembali melakukan aktivitas sesuai kebutuhan Anda

Peluang hidup seseorang yang pernah mendapatkan serangan jantung tergantung pada beberapa hal, yaitu :

  • Usia pasien.

Semakin tua usia orang yang mengalami serangan jantung, kemungkinan terjadinya komplikasi akan bertambah.

  • Tingkat keparahan serangan jantung. Sejauh mana tingkat parahnya kerusakan otot jantung akan berpengaruh terhadap peluang hidup seseorang.
  • Waktu yang dibutuhkan seseorang hingga dia mendapatkan pertolongan.

Makin lama penanganan seseorang saat mengalami serangan jantung, maka peluang hidupnya juga akan semakin berkurang.

Langkah preventif perlu dilakukan dalam Pencegahan Penyakit Jantung Koroner, yaitu :

  • Berhenti merokok

Kebiasaan merokok bisa menjadi penyebab terkena penyakit jantung. Perokok memiliki resiko lebih tinggi karena karbon monoksida dalam asap rokok dan kandungan nikotin pada rokok dapat meningkatkan resiko munculnya gumpalan darah serta memacu jantung untuk bekerja lebih cepat sehingga membebani jantung. Senyawa kimia lain dari asap rokok juga dapat merusak dinding arteri jantung yang akan memicu terjadinya penyempitan. Perokok mempunyai resiko 24 persen lebih tinggi untuk menderita penyakit jantung dibandingkan mereka yang tidak merokok sama sekali.

  • Menerapkan pola hidup sehat, misalnya (1) mengurangi makanan berkolesterol tinggi karena kolesterol jahat ( LDL) mudah menggumpal dan menempel pada dinding pembuluh darah. Kadar LDL yang tinggi dapat membentuk plak yang menyebabkan ateroklerosis, (2) memperbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran, (3)serta berolahraga secara teratur.
  • Mengontrol tekanan darah tinggi.

Tekanan darah yang tinggi berarti jantung bekerja lebih keras sehingga jantung dan pembuluh darah akan lebih terbebani. Mengurangi konsumsi makanan dengan kadargaram yang tinggi.

  • Mengontrol kadar gula darah.

Diabetes dapat menyebabkan penebalan pada dinding pembuluh darah sehingga berpotensi menghambat aliran darah. Penderita diabetes memiliki resiko lebih tinggi terkena penyakit jantung.

  • Menjaga berat badan yang sehat.

Berat badan perlu dijaga agar tidak mengalami kenaikan ekstrim (obesitas). Orang yang mengalami Obesitas berpotensi mengidap tekanan darah tinggi, cenderung memilki kadar kolesterol yang lebih tinggi, serta beresiko terkena diabetes tipe 2. Karena itu memiliki resiko lebih tinggi untuk mengidap penyakit jantung.

  • Mengurangi konsumsi minuman keras

Diagnosis penyakit jantung koroner

Di tahap awal, dokter biasanya akan menanyakan tentang gejala, riwayat kesehatan keluarga, serta pola hidup anda. Jika mencurigai anda mengidap penyakit jantung, dokter akan menganjurkan anda untuk menjalani beberapa pemeriksaan guna mengonfirmasi diagnosis. Misalnya tes darah, X-ray, elektrokardiogram (EKG), angiografi koroner, CT scan, atau MRI scan.

Pengobatan untuk penyakit Jantung Koroner

Jika mengidap penyakit jantung, anda sangat dianjurkan untuk mengubah pola hidup anda seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, minum obat secara teratur dan sesuai petunjuk dokter, serta berhenti merokok. Penyakit jantung koroner tidak bisa disembuhkan, tetapi bisa dicegah agar tidak memburuk. Dokter akan menganjurkan langkah operasi untuk menangani penyakit ini jika diperlukan. Tujuan dalam pengobatan penyakit jantung adalah untuk mengendalikan gejala dan menurunkan resiko munculnya serangan fatal seperti seragan jantung.