SEMARAK WISUDA XI AKBID HARAPAN MULYA PONOROGO


SEMARAK WISUDA XI AKBID HARAPAN MULYA PONOROGO

“BERTUMBUH MENJADI PERGURUAN TINGGI YANG UNGGUL DAN TERDEPAN”

Pagi itu tampak banyak sekali raut wajah bahagia terpancar dari banyak insan muda yang berkumpul di Gedung Sasana Praja Ponorogo. Sunggingan senyum senantiasa tergores di sudut bibir, bahkan terkadang tawa lepas beserta binaran pandangan mata menyempurnakan moment bahagia di bulan Oktober 2018.

Selasa, 9 Oktober 2018 menjadi catatan sejarah yng tidak akan pernah hilang dari sanubari civitas akademika Akbid Harapan Mulya Ponorogo, khususnya bagi 38 orang wisudawati yang pada hari itu berkumpul bersama-sama mengikuti Rapat Senat Terbuka dengan agenda tunggal, Wisuda Diploma III Akademi Kebidanan Harapan Mulya Ponorogo yang ke-11.

Dalam masa 12 tahun sejak berdiri, Akbid Harapan Mulya Ponorogo tetap berkomitmen dalam melahirkan lulusan bidan yang unggul dan kompeten. Mutiara-mutiara kehidupan yang siap dan tanggap dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Lulusan Akbid Harapan Mulya Ponorogo sampai sejauh ini sudah meliputi kurang lebih 732 orang yang tersebar seluruh Indonesia maupun di luar negeri. Mereka mengabdikan ilmunya kepada masyarakat baik di Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik Kesehatan, Bidan Praktek Mandiri atau institusi pendidikan kesehatan. Sedangkan di luar negeri, para alumni banyak yang bekerja sebagai tenaga terampil di fasilitas kesehatan. Hal ini tidak heran, karena mahasiswa Akbid Harapan Mulya Ponorogo berasal dari wilayah Se-eks Karesidenan Madiun. Sedangkan dari Luar Jawa, banyak mahasiswa berasal dari Kabupaten Belu, Kabupaten TTU, Kabupaten Atambua, Propinsi Nusa Tenggara Timur dan Timor Leste. Ada juga mahasiswa yang berasal dari Nusa Tenggara Barat,Kalimantan, Jambi,Lampung, Palembang, dll.

Direktur Akbid Harapan Mulya Ponorogo, Sumini, S.Si.T., M.Kes dalam sambutannya menyatakan bahwa kelulusan merupakan proses awal perjalanan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja, karena dengan adanya undang-undang No. 362014 Tenaga Kesehatan khususnya Pasal 44 ayat 1, Tenaga Kesehatan yang menjalankan praktek wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR). Setiap mahsiswa yang dinyatakan  lulus harus melaksanakan uji kompetensi dan memiliki surat pernyataan telah mengucapkan SumpahJanji Profesi untuk mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR). STR adalah buktitertulis yang diberikan pemerintah kepada tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi. Sesuai program DIKTI setiap institusi pendidikan harus memberikan materi tentang pendidikan berkarakter, yang mana nantinya seluruh alumni Akbid Harapan Mulya Ponorogo mampu mampu mencapai satu tujuan untuk dapat meningkatkan pelayanan kesehatan di Indonesia. “Setelah pelantikan dan pengambilan sumpah, maka Anda sudah menyandang gelar vokasi Ahli Madya Kebidanan (A.Md.Keb.). Gelar tersebut memiliki implikasi terhadap kompetensi keahlian yang Anda miliki, memanfaatkannya untuk kepentingan masyarakat luas, mampu menjaga nama baik almamater”, tandasnya.

Senada dengan Direktur, Etika Desi Yogi, S.ST., M.Si selaku Pudir I dalam laporan pendidikan menyampaikan bahwa Untuk pengelolaan kegiatan pembelajaran, Akbid Harapan Mulya Ponorogo mengacu pada UU No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi serta Permenristekdikti No. 44 tahun 2015 tentang SNPT ( Standart Nasional Pendidikan Tinggi). Sedangkan penentuan kurikulum inti pendidikan D3 Kebidanan di Akbid Harapan Mulya Ponorogo mengacu pada SK Ka. Badan PPSD Kesehatan Kementrian Kesehatan RI tahun 2011 tentang kurikulum inti pendidikan DIII Kebidanan. Akbid Harapan Mulya Ponorogo menentukan beban SKS yang harus ditempuh adalah 117 SKS, termasuk beberapa muatan lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan. Pada Perpres RI No. 08 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional  Indonesia (KKNI) yang diturunkan dalam Permendikbud No. 73 tahun 2013 tentang penerapan KKNI Bidang Pendidikan Tinggi serta Permendikbud RI No. 44 tahun 2015 tentang SNPT dengan beban SKS sejumlah 112 SKS. Untuk masa studi mahasiswa adalah 3 tahun (6 semester). Sedangkan evaluasi terhadap keberhasilan proses pembelajaran dan pencapaian kompetensi mahasiswa dilaksanakan melalui UTS (Ujian Tegah Semester), UAS (Ujian Akhir Semester), UHAP (Ujian Tahap) dan LTA (Laporan Tugas Akhir). Hasil penelitian dari seluruh kegiatan tersebut terinci dalam Transkip Nilai Mahasiswa yang diberikan kepada mahasiswa setelah dinyatakan lulus  beserta ijazah da SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah) yang mengacu pada Permendikbud No. 81 tahun 2014 tentang ijazah, transkip, dan SKPI.

Akbid Harapan Mulya Ponorogo memilki banyak kompetensi yang membanggakan bagi semua pihak khususnya bagi lulusan, masyarakat Ponorogo dan juga dunia kesehatan. Karena dalam proses pendidikan, Akbid Harapan Mulya Ponorogo selalu berbasis pada terpenuhinya kompetensi kebidanan pada setiap lulusan sehingga nantinya bisa siap kerja dan mampu mengaplikasikan ilmu kebidanan secara total dan bertanggung jawab. Ragam beasiswa yang mendukung selama proses pendidikan juga mampu mendongkrak semangat belajar mahasiswa dalam meraih prestasi. Sarana dan prasarana yang representatif melengkapi penguasaan ilmu baik dalam bentuk teori maupun praktek. Wisuda kali ini  menorehkan kekaguman dan kebanggaan civitas Akbid Harapan Mulya Ponorogo dan khususnya bagi seluruh wali wisudawati, karena pada hari ini wisudawati dikukuhkan dan berhak menyandang gelar akademisi, yaitu : Ahli Madya Kebidanan (A.Md.Keb).Wisudawati terbaik pada wisuda XI kali ini jatuh pada sosok cantik Diyah Utami, A.Md.Keb.dari Magetan dengan IPK, 3, 95; Diikuti wisudawati terbaik kedua, Susi Purwanti, A.Md.Keb. dari Lampung, dengan IPK, 3, 88 dan disusul wisudawati terbaik ketiga, Like Suprihatin dari Trenggalek, dengan IPK 3,81.

Pembina Yayasan, Prof. DR. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si  berpesan kepada wisudawati Akbid Harapan Mulya Ponorogo agar mampu mengabdikan ilmunya pada masyarakat, menjadi tenaga kesehatan yang kompeten dan tulus memberikan pelayanan kesehatan. Mampu menjadi bagian pembawa perubahan bagi kesehatan masyarakat Indonesia.