“Kegagalan adalah awal dari keberhasilan”


Yuli Widyaningrum, A.Md.Keb

“Kegagalan adalah awal dari keberhasilan”

 

“Setiap keberhasilan membutuhkan proses.Tidak ada yang instan.Kalau ingin sukses harus mau berpayah-payah diri dengan usaha, tidak ada dan tidak akan pernah ada kesuksesan itu datang tiba-tiba hanya dengan berpangku tangan saja, menunggu keajaiban datang”. Demikian bagi Yuli Widyaningrum, A.Md.Keb., bidan muda yang cantik,cerdas dan bersahaja, asli Ponorogo ini memaknai setiap perjalanan dalam hidupnya. Hingga tahun 2018, karirnya melesat, menjadi salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) di RSUD dr.Soeroto Ngawi.

 

Yulia Widyaningrum namaku.  Dirumah biasa dipanggil Wida, tapi semenjak kuliah dan bekerja sekarang dipanggil Yulia. Aku lahir di Ponorogo 24 tahun yang lalu tepatnya tanggal 03 Juli 1995 silam. Rumahku di Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo. Aku anak kedua dari 2 bersaudara. Bapak Ibuku adalah seorang petani dan juga pembuat batu bata. Dari pekerjaan orang tua itulah yang mengantarkanku sukses seperti saat ini. Berkat doa kedua orangtua dan keringat beliau akhirnya sampailah aku pada titik terbaik dalam perjalanan karirku. Subhanallah....

Tahun 2012, aku kuliah di Akademi Kebidanan Harapan Mulya Ponorogo. Aku selalu ingin jadi yang terbaik dan tidak mau kalah dengan yang lain. Sifat ini lah yang banyak  aku arahkan ke hal positif dengan semakin semangat belajar dan bekerja. Hingga akhirnya, pada tanggal 7 Agustus 2015 aku wisuda dengan Indek Prestasi Kumulatif (IPK), 3,48. Aku percaya, tanpa adanya campur tangan Allah SWT dan doa kedua orangtua tidaklah mungkin aku bisa melewati tahap sejauh ini.

Dulu hobiku adalah menulis cita-cita di kertas dan kumasukkan di botol lalu aku simpan. Cita-citaku adalah membahagiakan kedua orangtua dan ingin melihat Beliau bangga dengan diriku. Setelah lulus kuliah, aku bekerja di  Bidan Praktek Mandiri (sekarang  Praktek Mandiri Bidan/ PMB) karena aku tidak ingin ilmu yang kudapat selama kuliah terbuang percuma.. Dan ternyata teori yang kudapat selama kuliah dengan praktek yang kuhadapi di lapangan membutuhkan adaptasi yang tidak mudah. Karena yang aku hadapi adalah masyarakat secara langsung,  dengan karakter orang yang berbeda beda. Tapi aku tidak menyerah. Demi orangtua yang telah menyekolahkanku  hingga lulus. Orang tuaku selalu berpesan, “Jadilah diri sendiri ada adanya, tidak perlu iri dengan orang lain. Syukuri apapun yang kau miliki saat ini”. Suka duka bekerja di PMB aku nikmati. Aku lalui hari-hariku disana dengan segudang catatan hidup. Hingga pada akhirnya bulan Agustus 2018 ada info pembukaan CPNS.Aku mendaftar bidan di RSUD dr. Soeroto Ngawi dengan kuota yang dibutuhkan 12 bidan. Pada saat itu ada 950 peserta yang lolos. Dari 36 orang peserta yang lolos Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), aku di urutan ke 11 dari 12 kuota yang dibutuhkan.  Allah mengizinkan rizki itu jadi milikku. Aku lolos CPNS dan sekarang bekerja di RSUD dr. Soeroto Ngawi.

Kupeluk erat botol impianku yang tersimpan. Betapa indahnya, tulisan di dalamnya menjadi saksi atas keberhasilanku saat ini. Percayalah kepada  Allah, karena keajaiban Allah itu sangatlah nyata Yakinkan diri, berakit-rakit ke hulu bersenang kemudian.