BUKAN HANYA SEKEDAR UANG


BUKAN HANYA SEKEDAR UANG

 

Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan yang namanya interaksi dengan orang lain, adanya kasih sayang, penghargaan dan pengakuan sosial. Setiap orang terlibat dalam berbagai macam hubungan baik yang bersifat pribadi ataupun dalam lingkup yang lebih luas. Keluarga, masyarakat, maupun dunia kerja. Tempat berkarya dan menyalurkan potensi yang dimiliki sesuai bidang yang ditekuni, sebagai wujud eksistensi dirinya. Setiap komunitas/lingkungan kerja yang di geluti sedikit banyak akan berpengaruh terhadap sikap, pola pikir dan perilaku pribadi.

 

Ketika seseorang bekerja, hal pertama yang terlintas adalah terpenuhinya kebutuhan materi sebagai kontribusi dari waktu, tenaga dan keilmuan yang di berikan kepada perusahaan/lembaga. Tetapi ada banyak hal yang perlu dicermati selain dari materi. Hal ini menjadi teramat penting karena akan sangat berpengaruh terhadap tercapainya target-target perusahaan/ lembaga bahkan eksistensinya dimasa yang akan datang. Hal tersebut dinamakan Loyalitas. Ada pernyataan yang secara umum sering terlontar, “Tidak semua hal di dunia ini bisa di beli dengan uang”. Cinta, kebahagiaan, waktu dan mungkin banyak hal lain lagi yang bisa di sebutkan. Loyalitas terkadang luput dari perhatian orang banyak. Loyalitas adalah salah satu hal yang tidak dapat dibeli dengan uang. Loyalitas hanya bisa di dapatkan, namun tidak bisa dibeli. Mendapatkan loyalitas dari seseorang bukanlah sesuatu pekerjaan yang mudah untuk di lakukan. Berbanding terbalik dengan kesulitan mendapatkannya, menghilangkan loyalitas seseorang justru menjadi hal yang sangat mudah untuk dilakukan. Loyalitas berasal dari bahasa Prancis kuno, loial. Menurut Oxford Dictionary, pengertian loyalitas adalah mutu dari sikap setia (loyal), sedangkan loyal didefinisikan sebagai tindakan memberi atau menunjukkan dukungan dan kepatuhan yang teguh, konstan kepada seseorang atau institusi. Sedangkan Kamus Besar Indonesia menerangkan pengertian loyalitas sebagai kepatuhan atau kesetiaan. Loyalitas biasa digunakan pada bidang bisnis, pemasaran, dan keorganisasian.

Loyalitas merupakan suatu hal yang bersifat emosional. Untuk bisa mendapatkan sikap loyal seseorang, terdapat banyak faktor yang akan mempengaruhinya. Sikap loyal dapat di terapkan oleh setiap orang dalam berbagai hal. Bahasan kali ini hanya terpusat pada loyalitas pekerja pada perusahaan/lembaga.

Loyalitas Karyawan

Pengertian loyalitas karyawan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pengertian loyalitas secara umum. Dalam pengertian loyalitas karyawan, kesetiaan menjadi poin utama yang dapat diberikan karyawan kepada perusahaan tempatnya bekerja. Sayangnya, pengertian loyalitas karyawan kadang masih disalah artikan oleh beberapa orang, baik oleh pihak karyawan, manajemen, maupun oleh pimpinan perusahaan. Orang-orang seringkali menyangkut pautkan pengertian loyalitas dengan seberapa lama dan banyaknya waktu serta tenaga yang dicurahkan oleh seorang karyawan untuk bekerja tanpa mengharapkan imbalan apapun dari perusahaan. Padahal kenyataannya, banyak karyawan yang bertahan di suatu perusahaan hanya karena gaji atau bonus yang diterimanya. Pengertian loyalitas yang sesungguhnya adalah identik dengan kesetiaan yang semestinya dilakukan dalam berbagai kondisi tanpa syarat dan tanpa mengharapkan adanya balasan. Loyalitas merupakan kondisi psikologis yang mengikat karyawan dan perusahaannya, karenanya pengertian loyalitas karyawan bukan hanya kesetiaan fisik yang tercermin dari seberapa lama seseorang berada di dalam organisasi, namun dapat dilihat dari seberapa besar pikiran, perhatian, gagasan, serta dedikasinya tercurah sepenuhnya kepada perusahaan tersebut. Jadi pengertian loyalitas karyawan bukan lagi sekedar merujuk pada kemampuan karyawan menjalankan tugas-tugas serta kewajibannya yang sesuai dengan job description, melainkan berbuat seoptimal mungkin untuk menghasilkan yang terbaik bagi perusahaan tersebut.

Aspek-aspek  Loyalitas

  1. Taat pada peraturan kerja

Ketaatan ini timbul dari kesadaran karyawan jika peraturan yang dibuat perusahaan semata-mata disusun untuk memperlancar jalannya pelaksanaan kerja perusahaan. Kesadaran ini membuat karyawan akan bersikap taat tanpa merasa terpaksa atau takut terhadap sanksi yang akan diterimanya apabila melanggar peraturan tersebut.

  1. Tanggung jawab pada perusahaan/organisasi

Karyawan yang memiliki tanggung jawab yang besar terhadap perusahaan akan berhati-hati dalam menjalankan tugas-tugasnya, tetapi juga berani untuk mengembangkan berbagai inovasi demi kepentingan perusahaan.

  1. Kemauan untuk bekerja sama

Bekerja sama dalam tim memungkinkan seorang karyawan mampu mewujudkan impian perusahaan untuk dapat mencapai tujuan yang tidak mungkin dicapai oleh seorang karyawan secara individual.

  1. Rasa memiliki

Adanya rasa memiliki karyawan terhadap perusahaan akan membuat karyawan memiliki sikap untuk ikut menjaga dan bertanggungjawab terhadap perusahaan.

  1. Hubungan antar pribadi

Karyawan yang memiliki loyalitas kerja tinggi akan mempunyai hubungan antar pribadi yang baik terhadap karyawan lain dan juga terhadap atasannya. Baik menyangkut hubungan kerja maupun kehidupan pribadi.

  1. Kesukaan terhadap pekerjaan

Rasa jenuh yang terkadang menghampiri karyawan akan dihadapi dengan bijaksana jika karyawan tersebut mencintai pekerjaannya.

Turunnya Loyalitas

Seorang karyawan membutuhkan waktu yang cukup untuk menjadi loyal dengan perusahaan. Akan tetapi, sikap loyal dapat tiba-tiba hilang apabila seorang karyawan merasa “dikecewakan” oleh perusahaan.

  1. Faktor Rasional

Faktor yang mengacu pada hal logis, seperti gaji, bonus, jenjang karir, serta fasilitas yang diberikan oleh perusahaan pada karyawan.

  1. Faktor Emosional

Faktor yang mengacu pada hal yang berhubungan dengan ekspresi diri dan perasaan. Faktor ini anatara lain, lingkungan kerja yang tidak kondusif, perasaan was-was pada keberlangsungan perusahaan, ketidakcocokan dengan pimpinan, pekerjaan yang tidak prestige, serta tidak adanya penghargaan pada prestasi kerja dari karyawan.

  1. Faktor Kepribadian.

Faktor ini menyangkut sifat pribadi karyawan. Ada beberapa orang yang memiliki sifat mudah bosan serta sering mengalami ketidakcocokan dengan budaya kerja dari suatu perusahaan.

Indikasi Turunnya Loyalitas                        

Beberapa indikasi  penurunan loyalitas yang bisa dilihat, meliputi :

  1. Rendahnya produktivitas kerja
  2. Naiknya tingkat absensi
  3. Tingkat perpindahan tenaga kerja yang tinggi
  4. Munculnya kegelisahan

Jika situasi perusahaan/lembaga berada dalam kondisi yang “tidak sehat” dilihat dari pengertian loyalitas itu sendiri, bisa dikatakan bahwa perusahaan/lembaga tersebut mengalami krisis loyalitas. Dalam hal ini perlu diambil langkah-langkah strategis untuk tahap pemulihan, seperti evaluasi, monitoring dan kontroling dari pihak manajemen dan pimpinan sehingga tidak berpengaruh terhadap perkembangan perusahaan dalam jangka panjang. Sebaliknya, karyawan yang memiliki kinerja yang baik bagi perusahaan mengindikasikan bahwa karyawan tersebut memiliki tingkat loyalitas yang tinggi sehingga lebih mudah beradaptasi dan merasakan kepuasan batin di dalam bekerja. Sedangkan bagi perusahaan sendiri, memiliki karyawan yang loyal akan membantu perusahaan memperoleh hasil yang lebih maksimal. Perubahan akan terjadi jika setiap komponen di dalam perusahaan mampu berbesar hati untuk mau melakukan perubahan, dan ini tidak mudah tapi bisa di lakukan. Perubahan besar akan terjadi dari keberanian melangkah pada satu langkah pertama.